Pada perkuliahan MKI Bahasa Inggris 1 mahasiswa Bisnis Jasa Makanan diajak oleh dosen pengampu ke salah satu usaha yang ada di Kota Yogyakarta yaitu Cokelat ndalem. Cokelat ndalam ini didirikan oleh Meika Hazim dan suaminya Wednes Aria Yuda. Meika Hazim merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan pernah meniti karir sebagai Diajeng Jogjakarta tahun 2005, mantan Garda Depan (front liner) di Dagadu Djokdja, mantan Oblong Training (trainer for frontliner) di Dagadu Djokdja, mantan penyiar TVRI Jogjakarta, mantan Public Relation di sebuah studio animasi terbesar di Indonesia, Infinite Frameworks Batam, mantan penyiar radio KEI FM Batam,  dan banyak lagi sedangkan Wednes Aria Yuda lulusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada, jatuh hati pada komoditi teh, cokelat dan kopi, bekerja penuh sebagai operation manager PT. Ayu Mandiri Tours & Travel, dan terkadang gemar membuat pernak-pernik audionya sendiri.

Pemilik cokelat ndalem menceritakan, cokelat yang dibuatnya bisa menceritakan budaya Indonesia. cokelat nDalem juga memiliki konsep produk yang menarik. Hal ini dikarenakan cokelat nDalem dibuat dengan mengangkat budaya lokal dan cita rasa khas Indonesia. Di tiap kemasan cokelatnya, Meika menyajikan berbagai cerita rakyat khas Indonesia. Desain produknya pun kental dengan budaya lokal, khususnya Jawa.Pada awal merintis, dia menciptakan sembilan varian rasa cokelat, seperti rempah-rempah cengkeh, kayu manis, sereh. Kreativitasnya semakin berkembang, Asri juga membuat cokelat rasa pedas dari cabai, jahe, dan mint. Serta berbagai varian lainnya yang merupakan rasa klasik seperti dark chocolate, extra dark chocolate, dan less sugar dark chocolate. Namun seiring berjalannya waktu beliau bersama suaminya melakukan riset dalam menemukan varian baru untuk cokelatnya. Sehingga ada 18 varian cokelat yang diciptakannya. Uniknya, ciri khas cokelat yang dimilikinya masih memiliki rasa khas rempah-rempah dari Indonesia.

Hasil riset bersama suaminya pun menghasilkan banyak varian baru yang diciptakan, mulai dari rasa wedang bajigur, wedang ronde, wedang uwuh, serta cokelat dengan rasa varian kopi, seperti kopi Aceh, kopi Bali, Kopi Jogja, Kopi Toraja, Kopi Flores, dan Kopi Papua. Meika membaginya dalam 6 jenis lini rasa yaitu : Pertama, lini rasa klasik yaitu dark cokelat, milk cokelat, dan extra dark cokelat dibalut pembungkus bermotif batik khas Yogyakarta yang digunakan pada prosesi pernikahan. Kedua, lini rasa pedas itu yaitu jahe, papermint, cabe, dibalut pembungkus bermotif wayang-wayang yang gaya bicaranya ceplas-ceplos cenderung pedas. Ketiga, lini rasa rempahnesia, ada cengkeh kayu manis, dan rasa sereh, dibalut pembungkus bermotif prajurit keraton sebagai guardian rempah-rempah Indonesia. Keempat, lini rasa wedangan, ada wedang uwuh,wedang ronde, wedang bajigur dicampur ke dalam cokelat. Kelima, lini rasa kopinesia, yaitu kopi dari Aceh, Yogyakarta, Bali, Flores, Toraja, Papua, dan kopi Arabika, dicampur cokelat. Keenam, lini rasa green tea. Selain 6 rasa itu, kerja sama cokelat dengan petani juga menghasilkan varian white cokelat 42% dan 52% serta dark cokelat 68%, 72%, 84%, dan 100%.

Proses pembuatan cokelat di coklat ndalem secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Pemanenan
    Tanaman Kakao yang sudah mengeluarkan buah Kakao atau Cocoa Pod dan sudah memasuki fase petik adalah yang berwarna merah tua. Dipetik dengan menggunakan alat potong pada pangkal buahnya.
  2. Sortasi
    Setelah dipanen, Cocoa Pod kemudian di peram selama 7 hari agak kematangan buahnya merata dan komponen pre-kursor rasa dan aroma cokelat muncul.
  3. Fermentasi
    Setelah di peram selama 7 hari, buah Kakao dipecahkan dengan cara dipukul pada buahnya untuk mengeluarkan biji Kakao. Biji Kakao ini kemudian dikurangi lendir buahnya untuk bisa kemudian di fermentasi selama 4-5 hari menggunakan keranjang bambu atau kotak kayu.
    Selama proses fermentasi, tumpukan biji Kakao harus dibolak-balik setiap 2 hari sekali agak suhu tumbukan biji Kakao tidak terlalu tinggi.
  4. Pengeringan
    Biji Kakao yang sudah mengalami fermentasi sempurna kemudian dicuci untuk selanjutnya dikeringkan. Pengeringan bisa dengan cara di jemur selama 3 hari atau dengan oven. Kadar air akhir proses ini harus dibawah 10% agar biji Kakao tidak berjamur.
  5. Pemanggangan
    Proses berikutnya adalah Roasting atau pemanggangan biji Kakao dengan oven bersuhu 250 derajat Celcius.
  6. Pemisahan Kulit Biji
    Biji Kakao yang sudah teroven kemudian dipecahkan menggunakan alat grinder untuk memisahkan isi biji dan kulit bijinya. Isi bijinya disebut sebagai Nib.
    Setelah biji Kakaonya pecah, maka dipisahkan dengan cara dihembus angin agar kulit bijinya terbang. Proses ini disebut Winowing. Nibs yang sudah siap olah, bisa disimpan untuk proses berikutnya.
  7. Penghalusan
    Penghalusan atau grinding pada Nib akan menghasilkan cokelat yang bentuknya seperti pasta kental. Cokelat berbentuk pasta ini disebut juga Cocoa Mass.
    Setelah proses ini, cokelat berbentuk pasta akan dipisahkan antara Mentega Cokelat (Cocoa Butter) dan Bubuk Cokelat (Cocoa Powder) dengan cara di press.
  8. Conching
    Untuk membuat Cokelat Bar yang enak, pasta Kakao akan ditambahkan dengan Mentega Kakao, gula dan vanili. Setelah itu campuran tadi akan diproses dengan alat serupa mesin mortar besar dengan penekanan selama 24 jam sampai butiran partikel cokelatnya menjadi halus dan lumer di mulut.
  9. Tempering
    Tempering adalah perlakuan suhu yang presisi pada cokelat agar terbentuk kristal lemak yang suhu lelehnya pas dengan suhu tubuh kita.
    Tempering secara manual dilakukan di atas meja marmer sehingga suhunya bisa stabil rendah.
    Dengan kombinasi suhu yang tepat dan presisi, cokelat baru akan mempunyai rasa cokelat yang enak dan tekstur cokelat yang pas meleleh saat dimasukkan ke mulut.
  10. Pencetakan
    Cokelat yang sudah leleh kemudian di cetak menggunakan cetakan khusus dari bahan akrilik untuk mendapatkan kilau khas cokelat.
    Setelah dicetak, cokelat harus didinginkan agar membeku di lemari es.
  11. Packaging
    Cokelat yang sudah tercetak kemudian diberi kemasan agar terlindungi dari suhu luar dan tampak lebih cantik.

Dengan jumlah 12 pegawai, rumah produksi cokelat nDalem bisa memproduksi sekitar 500 kg cokelat dalam satu bulan atau sekitar 235 cokelat kemasan besar atau sekitar 400 cokelat kemasan kecil per hari. Dengan kisaran harga Rp 12.000,- untuk ukuran cokelat 50 Gram dan Rp 18.000,- untuk ukuran 85Gram, Meika bisa meraup omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan dari bisnis cokelat citarasa Indonesia ini. Harga cokelat yang dijual kepada reseller tidak dipatokinya. Asri memberikan kebebasan bagi mereka menentukan harga jualn, seperti untuk reseller di Jambi dan Lombok. Harga jual produk yang ditetapkannya pun mencapai Rp12 ribu-Rp30 ribu. Dengan harga jual tersebut, dia mampu mendapatkan omzet Rp40 juta-50 juta per bulan. Sehingga dalam setahunnya bisa di atas Rp300 juta.

Dalam memasarkan cokelat nDalem, telah sukses terdistribusi di seluruh wilayah Yogjakarta hingga beberapa beberapa kota besar di Jawa dan luar Jawa bahkan hingga luar negeri.  Selain memasarkan dengan beberapa toko offline-nya, Meika juga bekerjasama dengan para partner-partner distribusi seperti Carrefour, Hypermart, Kem Chicks Pacific Place dan Alun-Alun di Grand Indonesia serta beberapa toko lainnya. Bukan hanya toko, cokelat nDalem juga didistribusikan pada gerai penjualan oleh-oleh di Yogyakarta, perusahaan-perusahaan hingga hotel. Sedangkan pemasaran melalui online melalui situs cokelatndalem.com, twitter dan instagram.