Dalam rangka student exchange Universitas Ahmad Dahlan, Program Studi Bisnis Jasa Makanan (BISMA) kedatangan tamu dari University of Saint Anthony (USANT) Filiphina. Dari tiga belas student exchange Filiphina, dua diantaranya merupakan mahasiswa dari program studi yang berbasis food industry mereka menyebutnya dengan ‘TLE atau Technology Levelyhood Education’. BISMA lebih berfokus pada bisnisnya, sementara TLE lebih ke penerapan teknologi dan pendidikannya. “On our campus, we study electronics, entrepreneurship, technology etc, very rarely make a product”, ujar Badet salah satu mahasiswi Filiphina yang bernama lengkap Marry Bernadette Loudress Costodio. Oleh karena itu, mereka ditempatkan di prodi Bisma dengan ditemani oleh para buddies sebagai pemandu dalam kegitan student exchage ini. Selain itu, mereka juga didampingi oleh dua dosen pembimbing, yaitu Mark Philip C. Paderan dan Dr. Emma V. Veras.

Program student exchange ini dilakukan selama satu bulan di mulai dari tanggal 17 Januari – 7 Februari 2019. Dengan waktu yang cukup panjang, Prodi Bisma merancang jadwal dengan berbagai macam kegiatan di mana kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di Laboratorium Cooking dan Laboratorium Baking saja, melainkan kunjungan ke berbagai DUDI di Yogyakarta. Tujuan DUDI kali ini antara lain, Bakpiapia, Sweat Sunday Ice Cream, Catering Bimasena, dan Progress Jogja. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai enterpreneurship serta memperkenalkan beberapa masakan tradisional khas Yogyakarta kepada student exchange.

Pada hari kedua tanggal 17 Januari 2019, bertepatan dengan Prodi BISMA menerima pesanan berupa prasmanan dari Fakultas Teknologi dan Industri UAD yang bertempat di Kampus 3 UAD Jalan Prof. DR. Soepomo, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mahasiswa Filiphina diajak untuk preparasi alat dan bahan yang akan digunakan dalam menyusun sebuah catering, bagaimana cara pengolahannya, clear up sampai pada proses pengirimannya. Begitu antusiasnya mereka saat itu, lelah letih mereka rasakan namun terdapat makna yang dapat di ambil dari kegiatan tersebut. “Starting something really needs a struggle”, itu lah makna dari kesuksesan. Dari kegiatan itu mereka menemukan sebuah makanan yang menurut mereka itu enak sekali sehingga mereka antusias ingin membuat produk tersebut. Makanan tersebut adalah ‘kerupuk’. Menurut mereka makanan tersebut menjadi menu favorit di Yogyakarta. Oleh karena itu, di hari berikut nya mahasiswa USANT didampingi mahasiswa BISMA membuat olahan dari tepung kanji tersebut yang dicampur dengan berbagai sayur-sayuran seperti wortel, sawi hijau, dan bit sehingga menambah nilai estetik serta gizinya.

Kegiatan selanjutnya adalah membuat chiffon cake yang merupakan kue dengan tekstur yang paling empuk dan berongga besar menyerupai spons. Selain membuat chiffon cake, dibuat juga kue pastry. Membuat chiffon cake dan kue pastry menjadi pengalamman pertama bagi mereka, sebelumnya mereka hanya terbiasa membuat cup cake dengan topping icing dan aneka choco cip. Tidak ketinggalan mereka juga membuat gudeg makanan khas Yogyakarta bersama dengan mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan yang sedang melakukan latihan pembuatan gudeg untuk di sosialisasikan di masyarakat tempat mereka mengabdi.

Pada akhir kegiatan mereka diberikan piagam penghargaan atas partisipasi mereka di Program Studi Bisnis Jasa Makanan. Acara tersebut dikrmas dalam acara penutupan student exchange yang dilaksanakan di kampus 4 yang dihadiri oleh Rektor UAD Bapak Dr. Kasiyarno, M.Hum., wakil rektor, dekan, dan staf pengajar yang berpartisipasi dalam progran student exgchange itu. Sementara dari pihak USANT, dihadiri wakil rektor Atty Butch Ortega.

 

By: Anisa Nur Baitirahman
Credit: Mutia Laraswati